|
There are no translations available.
Ingin berpetualang melayang di ketinggian laksana burung di atas daratan? Bila Anda ingin mencobanya dan tak takut berada di ketinggian, olah raga yang satu ini bisa dijadikan hobi alternatif Anda. Paralayang atau paragliding adalah olah raga kedirgantaraan yang kini mulai berkembang, salah satu lokasi yang paling sering dijadikan arena latihan adalah di kawasan Puncak Pass. Paragliding alias paralayang merupakan permainan yang bisa dijadikan sebagai ajang uji nyali dan memacu adrenalin, karena Anda berada di ketinggian dan melayang-layang di bawa angin.
|
|
Read more...
|
|
There are no translations available.
1990 Paralayang mulai muncul di Indonesia ditandai dengan berdirinya Kelompok Terjun Gunung MERAPI di Yogyakarta pada bulan Januari 1990. Pada saat itu olahraga paralayang lebih dikenal dengan nama Terjun Gunung. Pendiri klub ini adalah Dudy Arief Wahyudi dan Gendon Subandono. Kedua orang tersebut belajar secara mandiri melalui manual dan majalah paralayang. Bukit-bukit pasir di Parangtritis menjadi tempat latihan awal olahraga ini. Parasut yang dipakai untuk pertama kali adalah tipe Drakkar produksi Parachute de France tahun 1987. Pada tahun ini pula David A Teak mulai merasakan nikmatnya terbang dengan paralayang.
|
|
Read more...
|
|
There are no translations available.
Sebuah Catatan Yang Terlupakan!
Keinginanku untuk terbang atau terjun sebenarnya sudah lama sekali. Sudah sejak SD aku sudah sering lihat orang terjun, makanya aku juga sangat ingin merasakan serunya terjun dari sebuah pesawat. Maklum masa kecilku smapai aku lulus SMA lebih banyak aku habiskan di Kota Magelang yang dulu terkenal sebagai pusatnya pendidikan tentara. Aku sendiri juga anak kolong, bapakku seorang perwira kesehatan di Batalyon Zipur IV Magelang. Jadi namanya kehidupan tentara, memang mersakan banget, apalagi aku selalu bertempat tinggal di kompleks tentara. Meskipun bapakku tentara ternyata aku sama sekali tak kepincut untuk jadi tentara.
|
|
Read more...
|
|
There are no translations available.

Banyak cara untuk bertualang. Kalau naik gunung? Sudah biasa. Kalau naik gunung lalu terbang dari lerengnya yang terjal dengan paralayang? Ini baru paduan petualangan yang mengasyikkan. Itulah yang dilakukan oleh sebelas penerbang yang tergabung dengan Tim Paralayang Boogie.
Ber-Landrover Ria Setelah molor satu jam dari jadwal yang ditentukan, Hari jumat pukul 20.20 rombongan besar yang terdiri dari 23 orang meninggalkan Puncak, Bogor. Tiga landrover Boogie dan 4 mobil lainnya yang penuh dengan perlengkapan terbang, beriringan menderu di tengah kepadatan lalulintas jalur Puncak – Cipanas. “ini kan akhir minggu panjang, pantesan aja padat merayap, mestinya kita berangkat lebih siang jadi nggak kena macet,” ungkap salah satu personil sedikit protes. Tetapi kemacetan ternyata nggak begitu lama, karena begitu lepas pasar Cipanas lalu lintas langsung cair. Rombongan kereta besi ini pun langsung menderu menuju Gunung Guntur yang terletak di Kabupaten Garut.
|
|
Read more...
|
|
There are no translations available.
 Lepas landas dari lereng bukit, lalu melesat ke angkasa bebas. Berputar-putar seperti burung Elang, mengejar thermal. lalu ribuan meter tinggi, dan ratusan kilometer pun dijangkaunya. Padahal terbangnya hanya dengan memanfaatkan angin. Inilah olahraga paralayang atau paragliding, cara termudah bagi mereka yang memimpikan terbang bebas. Menunggu Cuaca Meskipun cuaca mendung dan sering turun hujan dan kabut di Kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak, Bogor, tak menyurutkan niat para “penunggang angin” yang ingin melepaskan hasratnya untuk terbang. Sudah sejak pagi mereka setia kesempatan terbang. “Wah kabutnya kok tebal banget, gak bisa terbang nih?” keluh salah seorang penerbang paralayang di atas Bukit 250 yang jadi lokasi lepas landas. |
|
Read more...
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 6 of 8 |